Pada tulisan sebelum nya saya pernah menulis kata "Hidup adalah perjalanan dalam waktu yang tidak pernah kita ketahui, teruslah berusaha jangan pernah berhenti dan terpuruk hanya karna kekalahan dan kesalahan, namun bangkitlah dan belajarlah dari kekalahan itu''. dari kata ini banyak arti yang dapat kita simpulkan, namun bagi saya jika hidup adalah perjalanan, maka banyak hal yang dapat kita temui mungkin kebahagiaan, kesedihan dan mungkin ada kegagalan yang begitu pahit sehingga membuat kita terpuruk dan merasa tak mampu menjalani hidup.
Sesungguhnya saat kita gagal dan mengalami keterpurukan adalah momen yang paling baik untuk bangkit dan memulai nya lagi karena di kondisi ini tanpa kita sadari kita telah kembali ke awal dan bisa memulai langkah baru untuk menjejaki waktu yang masih panjang. Di saat seperti ini memang sangat membutuhkan kekuatan dalam diri kita untuk memulai nya, namun kita harus yakin bahwa akan mampu melalui masa-masa sulit ini dan jika kita mampu melaluinya maka rintangan-rintangan di depan akan semakin mudah dan mampu pula kita lalui.
Setiap manusia pasti pernah mengalami kegagalan dan terjatuh dalam keterpurukan, kegagalan bukan hanya berarti kita kalah dalam sebuah kompetisi, namun kegagalan hanya dapat di artikan oleh individu masing-masing manusia tinggal bagaimana kita menghadapi kondisi dimana kita gagal, haruskah kita semakin terpuruk atau kita bangkit dengan memulai langkah baru.
Memulai langkah baru dan mencoba keluar dari keterpurukan memang tak semudah memejamkan mata namun kita tidak bisa selamanya meratapi kegagalan tersebut, yang harus kita lakukan adalah bangkit, kita harus tinggalkan kenangan pahit itu dan mempersiapkan modal dan senjata kita, apa modal yang kita punya? dan apa senjata yang kita siapkan? modal, modal yang kita miliki adalah apa yang telah kita dapatkan dari kegagalan sebelum nya,pelajaran dan hikmah apa yang telah kita dapatkan dari kegagalan itu dan akan kita bawa untuk memulai langkah baru.Senjata kita apa? senjata yang utama adalah Hati, keteguhan kita dan kekuatan diri kita untuk tegar mengarungi waktu dalam perjalanan hidup kita.
Satu kondisi yang mungkin dapat kita ambil hikmah dan artinya, jika seorang ayah dengan pekerjaan sebagai buruh pabrik dan berpenghasilan sangat minimum, sang ayah tersebut mempunyai seorang anak dan istri yang harus ia nafkahi dimana sang anak harus sekolah dan mereka membutuhkan biaya untuk hidup. dalam kehidupan sehari-hari mereka hidup bercukupan walaupun penghasilan sang ayah sebagai buruh hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah sang anak. Suatu ketika pabrik dimana sang ayah bekerja mengalami kerugian sehingga harus mem PHK sebagian buruh nya dan sang ayah di PHK, tentu kondisi ini sangat sulit di terima keluarga tersebut dan terlebih lagi sang ayah menerima kondisi sulit dimana ia menggenggam tanggung jawab besar pada anak dan istri nya.
Di kondisi seperti ini haruskah sang ayah terus terpuruk dan meratapi kepahitan ini, harus kah anak yang ia sayangi berhenti sekolah? tentu semua itu tidak boleh terjadi, sang ayah tidak boleh menyerah, di kondisi ini sang ayah tidak boleh larut dalam keterpurukan, sang ayah harus bangkit dan memulai langkah baru dengan semangat dalam hati yang kuat demi menggapai impian dan cita-cita anak nya, sang ayah harus memulai langkah dari awal sang ayah harus mencari pekerjaan baru,mungkin dengan membuka usaha kecil dari sedikit uang pesangon yang ia dapat dan banyak hal yang harus ia lakukan demi menyelamatkan keluarga ini dari keterpurukan.
Dalam kehidupan gantung lah impian setinggi mungkin sehingga kita selalu berusaha untuk menggapai nya, semakin dekat impian itu tergapai usahakanlah semakin tinggi lagi kita gantung impian itu agar usaha yang kita lakukan tak berhenti hanya di situ saja.
Harus selalu semangat dalam mengarungi samudra kehidupan karena samudra kehidupan tidak akan pernah kita ketahui seberapa luasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar